[Foto] 52 Tank Leopard - Marder Berjajar Rapi

Setelah sebelumnya dilaporkan bahwa sebanyak 52 tank leopard - marder sampai di Jakarta, kini kami hendak menyampaikan foto-foto tank TNI tersebut. Sebagaimana diketahui sebelumnya, setelah sampai di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tank-tank tersebut kini dibawa ke Surabaya untuk dipersiapkan dalam parade HUT TNI tanggal 5 Oktober.

Berikut foto-foto tersebut seperti dilansir Antaranews/Wahyu Putro A/i.

[Foto] 52 Tank Leopard - Marder Berjajar Rapi
[Foto] 52 Tank Leopard - Marder Berjajar Rapi
[Foto] 52 Tank Leopard - Marder Berjajar Rapi

Kiriman 52 Tank Leopard - Marder yang Dibeli dari Jerman Tiba di Jakarta

Berita Militer Indonesia - Pada 1 September 2014, Liputan 6 SCTV melaporkan bahwa sebanyak 52 tank TNI, terdiri dari 24 unit tank Leopard dan 28 unit tank Marder, yang dibeli dari Jerman tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Semua tank ini kemudian diberangkatkan ke Jawa Timur, karena akan dipakai dalam parade militer HUT TNI 5 Oktober besok.

Sebanyak 52 tank TNI, terdiri dari 24 unit tank leopard dan 28 unit tank marder, yang dibeli dari perusahaan Rheinmetall AG Jerman tiba di Jakarta.
Foto tank leopard shared by liputan6.

Kiriman 52 tank ini merupakan bagian dari 164 unit tank leopard - marder yang dipesan dari perusahaan Rheinmetall AG, Jerman. Ini sekaligus menandai babak baru kerjasama militer Indonesia - Jerman.

Maruarar Sirait Usulkan Presiden Terpilih Menjual Pesawat Kepresidenan

Pada 1 September 2014, Antara memberitakan kalau Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait berniat mengusulkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) supaya menjual pesawat kepresidenan, yang diadakan masa pemerintahan Presiden SBY, demi penghematan anggaran.

Hal ini demi efesiensi perjalanan dinas pemerintah. Menurut Maruarar zaman sekarang tidak bisa pemimpin menyuruh orang sederhana tanpa memberikan contoh.

Pernyataan yang dicetuskan Maruarar ini terkait wacana kenaikan harga BBM yang ramai dibicarakan belakangan ini. Sekaligus menjawab isu perbedaan pendapat di internal PDI Perjuangan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

Ramai wacana kenaikan BBM, Maruarar Sirait Ketua DPP PDIP usulkan Jokowi jual pesawat kepresidenan.
Pic by antaranews.

Arar, sapaan akrab Maruarar, menilai kenaikan harga BBM bersubsidi harus menjadi opsi terakhir.

Dia menekankan pemerintahan ke depan harus dapat melakukan efisiensi dengan meniadakan perjalanan dinas ke luar negeri sementara waktu, kecuali yang menyangkut soal perbatasan negara.

"Perjalanan dinas ini ada pemborosan beberapa triliun dalam setahun," kata dia.

Arar juga mengusulkan agar pemerintahan Jokowi-JK mengaudit harga keekonomian minyak yang ditetapkan Pertamina selama ini, mendorong pengalokasian keuntungan ekspor-impor minyak semata-mata untuk kas negara, serta menaikkan cukai rokok dan minuman bersoda.

"Saya kira rakyat mau lihat upaya-upaya itu dulu. Cukai rokok dinaikkan saja Rp100 perak, bisa menambah pendapatan Rp1 triliun, dan orang tidak ada yang berhenti merokok jika cukainya naik, termasuk minuman bersoda," ujar dia.

Dia mengatakan jika berbagai opsi itu telah dilakukan dan anggaran negara masih saja mengalami defisit, baru lah pemerintah bisa mengambil langkah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Sumber: Antaranews.

[Video] Gagahnya Tank Leopard, Alutsista Terbaru TNI Asal Jerman

Blog Militer Indonesia - Pada 31 Agustus kemarin, sejumlah alutsista TNI - Polri dipamerkan di lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Pic shared by detik.

Yang menjadi perhatian tentu saja sosok tank baru milik TNI, yaitu tank Leopard, yang baru dibeli dari Jerman. Mau lihat kegagahan tank yang punya bobot sekirat 60 ton ini? Cek videonya berikut.

Demi Alutsista TNI, Menhan Desak Pemimpin Baru Hemat

Pada 11 Juni 2014, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan harapannya kepada pemimpin Indonesia yang baru supaya tetap mengalokasikan sejumlah dana demi memenuhi kebutuhan alutsista TNI terbaru. "Saya berharap dengan terbentuknya kabinet baru Indonesia bisa ... mengalokasikan dana guna membeli alat sistem utama senjata," katanya di Jakarta.


Mengutip Okezone, telah dilaporkan bahwa sejumlah perlengkapan pasukan maritim dan skuadron Indonesia menerima bantuan. Salah satunya, dari pihak Rusia. Negara yang dijuluki Beruang Merah tersebut sempat melakukan ekspansi Sukhoi ke Indonesia sebagai bentuk bantuan dalam segi pertahanan.

Menurut Purnomo, Rusia sangat terbuka dengan Indonesia untuk membahas masalah pertahanan. Sejauh ini Purnomo pun berharap hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia akan lebih kuat ke depannya.

Usai menjabat sebagai menteri, rencananya Purnomo akan berhenti terlibat sebagai menteri pertahanan apabila kembali ditunjuk oleh Presiden Indonesia yang baru. Dirinya justru mengharapkan adanya regenerasi menteri, khususnya dalam bidang pertahanan.

Sumber: Okezone

Menjelang Pergantian Kabinet, Penyelesaian Pengadaan Alutsista TNI Diprioritaskan

Pada 10 Juni 2014, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa menjelang masa akhir jabatannya akan diprioritaskan penyelesaian pengadaan alutsista TNI, administrasi, dll. "Praktis untuk belanja modal pengadaan alutsista bisa diselesaikan. Kedua yang akan diselesaikan adalah soal administrasinya, misal kontrak," ujarnya kepada wartawan di Gedung Kemenhan, Jakarta. Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa tak ada persoalan jika alat utama sistem senjata yang sudah dibelanjakan dikirim selepas tahun 2014.

Selain dua persoalan di atas, Purnomo Yusgiantoro mengatakan akan merampungkan produk strategis 3 bulan terakhir masa jabatan sembari mempersiapkan bahan awal untuk kabinet berikutnya (2015-2019). "... Namun, nanti bisa diubah sesuaikan kemauan kabinet baru," tuturnya.

Menjelang Pergantian Kabinet, Penyelesaian Pengadaan Alutsista TNI Diprioritaskan

Mengutip Republika, di samping itu, ia mengatakan  tahun 2013 ini, pihaknya menerima laporan keuangan opini WTP murni dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia mengingatkan agar bisa mempertahankan tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya. "Walaupun pada 2013 kemarin, waktu diperiksa untuk tahun 2012, kita mendapat WTP dengan catatan," ungkapnya.

Menurutnya, WTP dengan catatan itu dikarenakan pihaknya mengalami kesulitan di Simak BMN. Ia mengatakan perlu tanggung jawab untuk mempertahankan lagi (WTP murni). Dalam pemeriksaan laporan keuangan tersebut dilakukan 80 hari. "Kita berbahagia, akan tetapi di sisi lain masih ada perjuangan dan perjuangan lebih sempurna biasanya lebih sulit," katanya.