Penandatanganan MoU Pembangunan Pabrik Propelan Mendukung Industri Pertahanan Indonesia

Pada 26 Mei 2014, telah ditandatangani nota kesepahaman (Mou) antara PT. Dahana dengan Eurenco dan Roxel yang berasal dari Perancis untuk membangun pabrik propelan di Subang, Jabar, untuk mendukung industri pertahanan Indonesia. Perwakilan dari Kemenhan turut hadir untuk menyaksikan penandatanganan tersebut, yang mengharapkan groundbreaking sebelum bulan Oktober mendatang.

"Diharapkan groundbreaking sebelum HUT TNI, ini sebagai kado, sebelum tanggal 5 Oktober," tukas Silmy Karim, staf Ahli KKIP Bid. Kerjasama & Hub. Antarlembaga Kemenhan, sebagaimana dikutip oleh Okezone.com (26/5).

Penandatanganan MoU Pembangunan Pabrik Propelan Mendukung Industri Pertahanan Indonesia

Dalam penjelasannya, Silmy mengatakan bahwa kedua negara melalui tiga perusahaan tersebut juga akan memberikan nilai-nilai strategis. Khususnya, sistem pertahanan berbasis teknologi yang dimiliki masing-masing negara. "Ke depan, nilai strategis dari Perancis, banyak peluru kendali dari Perancis, ada transfer teknologinya," imbuh Silmy.

Tak cuma itu, dengan ditandatanganinya MoU pembangunan pabrik propelan ini berarti secara tidak langsung memberikan pembuktikan Indonesia mulai memasuki zaman kemandirian, khususnya di bidang industri militer Indonesia. Karena selama ini, bahan baku amunisi (propelan) 100 persen mengimpor dari Belgia.

"Ini akan menjadi lokal konten, sebab propelan-nya diproduksi sendiri. ... Indonesia telah memasuki era kemandirian. Sudah selesai bagi kita untuk membeli barang. Kita bangun alat pertahanan bangun sendiri. Kita tengah menuju ke sana sekarang, makanya kita mulai,"
pungkas Silmy.[]

Pasmar-1 Gelar Kesiapan Latihan Parsial Latgab TNI 2014

Pada 8 Mei, dikutip dari Marinir, Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Bambang Suryo Aji mewakili Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso memimpin gelar kesiapan personel dan material yang terlibat latihan Parsial Latgab TNI tahun 2014 di Kesatrian Marinir Soepraptono Semarung, Ujung, Surabaya.

Pasmar-1 Gelar Kesiapan Latihan Parsial Latgab TNI 2014

Kegiatan yang dihadiri Komandan Brigif-1 Mar Kolonel Marinir Y. Rudy Sulistyanto, Komandan Menart-1 Mar Kolonel Marinir M. Nadir, Komandan Menkav-1 Mar Letkol Marinir Herkulanus Herry Sintarto, Komandan Menbanpur-1 Mar Letkol Marinir Iwan Hermawan dan Para Asisten Pasmar-1 tersebut diikuti 450 prajurit Pasmar-1 dengan Komandan Gelar Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri-3 Marinir.

Selain personel, juga digelar beberapa material tempur Korps Marinir yang akan digunakan dalam latihan Parsial Latgab TNI tahun 2014, material tempur tersebut diantaranya 9 unit BMP-3F, 3 unit PT-76 M, 24 unit BTR-50, 4 unit Kapa K-61, 2 unit Kapa PTS, 4 unit How-105 mm dan 1 unit RM-70 Grad serta 2 buah perahu karet beserta motor tempelnya.

Dalam sambutannya, Kepala Staf Pasmar-1 mengatakan gelar kesiapan personel dan material tersebut untuk mengecek kesiapan personel maupun material yang akan mengikuti Latihan Parsial dalam rangka Latihan Gabungan TNI tahun 2014 yang akan dilaksanakan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Latihan Parsial, lanjutnya, merupakan latihan dalam rangka mendukung kesuksesan Latihan Gabungan TNI tahun 2014, sehingga dalam latihan parsial tersebut harus dilaksanakan seperti yang akan dilaksanakan dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2014.

Untuk itu kesiapan personel harus benar-benar dipersiapkan, mulai dari tingkat perorangan hingga satuan, selain itu juga kesiapan material tempur mulai dari material perorangan hingga satuan harus benar-benar siap untuk digunakan latihan.

“Jangan hanya sekedar melaksanakan latihan, tetapi harus mengerti dan memahami tugas pokok setiap personel dalam latihan tersebut,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, orang nomor dua di Pasmar-1 itu menekankan agar seluruh prajurit semangat dalam melaksanakan latihan dengan selalu menjaga keselamatan, baik personel maupun material sehingga latihan dapat terlaksana dengan zero accidents.

Putra Mahkota Brunei Jajal Rantis dan Senapan Ss 2 Tipe V 5 Buatan PT. Pindad

Pada 6 Mei, setelah mendapatkan penghargaan sebagai warga kehormatan Korpaskhas, Pangeran Al Muhtadee Billah, Putra Mahkota Brunei Darussalam, mendapat kesempatan melakukan uji coba kendaraan Taktis (rantis) 4x4 Komodo tipe intai produksi PT. Pindad. Selain itu, Pangeran Al-Muhtadee Billah juga berkesempatan menjajal senapan SS 2 tipe V 5 Silencer - yang lagi-lagi juga hasil produksi PT.Pindad. Pangeran terkesan setelah menjajal dan menguji sendiri rantis serta senapan.


Peninjauannya ke PT. Pindad ini merupakan tindak lanjut dari ketertarikan Brunei Darussalam akan produk Alutsista besutan PT.Pindad, setelah partisipasi PT. Pindad dalam Brunei Internasional Defence EXPO (BRIDEX) Febuari silam. Kunjung ini juga merupakan langkah awal menjalin persahabatan dan kerjasama dua negara antara Indonesia - Brunei Darussalam.

KRI Sultan Thaha Syaefuddin-376 Latihan Passage Exercise (Passex) Bersama Kapal Perang Jepang

Pada 7 Mei, telah diberitakan latihan Passex dengan durasi 3 jam dengan lancar dan aman. Latihan Passex ini diikuti oleh dua kapal, yaitu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Thaha Syaefuddin dengan Komandan Letkol Laut (P) Ario Sasongko, S.E., M.P.M., dengan kapal perang Jepang Japan Maritime Self Defense Forces (JMSDF), JDS Sazanami (DD-113), dan JDS Samidare (DD-106), di perairan Laut Jawa.


Latihan Passex bersama kapal perang Jepang dilakukan saat KRI Sultan Thaha Syaefuddin-376 berangkat dalam rangka melakukan Operasi Rakata Jaya. Pelaksanaan Passex dilakukan materi latihan: Comms Check, Flaghoist, Photo Exercise (Photex), Tactical Manouvering (Manuvra taktis), SAU Procedure (Prosedur pencarian dan penghancuran kontak kapal selam), Semaphore, dan Sailing Pass.

Kedua kapal perang Jepang yang melakukan Passex itu adalah kapal perang jenis Destroyer Guided Missile (Perusak Kawal Rudal) yang dikomandani Commander Yasuhiro Hayashi dan Commander Takashi Saito. Kapal perang adalah merupakan salah satu unsur CTF-151 yang telah selesai penugasannya dalam Gugus Tugas Angkatan Laut Internasional, sebagai respons atas berbagai tindakan pembajakan atas pelayaran kapal-kapal di sepanjang garis pantai Somalia dan sekitar perairan Teluk Aden.[TNI]

Lima Kapal Perang Indonesia Dikerahkan untuk Mencari MH370

Pada 9 Maret 2014, lima kapal perang Indonesia ditambah satu helikopter telah dikerahkan untuk membantu mencari pesawat terbang Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370. Hal ini disampaikan oleh Laksamana TNI Marsetio selaku Kasaf TNI AL di Jakarta. "Tadi saya berkomunikasi dengan Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz. Intinya, mereka meminta kami membantu mencari pesawat terbang Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang kontak itu," kata Marsetio, yang dikutip Antara.

Lima Kapal Perang Indonesia Dikerahkan untuk Mencari MH370

Lima kapal perang yang ditugaskan tersebut tergabung dalam Komando Armada Indonesia Kawasan Barat Indonesia TNI AL. Dan wilayah operasi pencariannya ada di wilayah perairan Indonesia di Selat Malaka. "Kami kerahkan kekuatan militer yang kita miliki agar misi pencarian ini segera menunjukkan hasil. Kami senantiasa berkoordinasi dan saling membagi informasi dengan rekan-rekan internasional kami dalam misi pencarian ini," kata Marsetio.

Informasi menyebutkan, radar Tentera Udara Diraja Malaysia dikabarkan "menangkap" pantulan gelombang radar satu wahana udara di sekitar ruang udara Penang, Semenanjung Malaka. MH370 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing pada pukul 00.41 waktu setempat, Sabtu (8/3). Seharusnya, dia mendarat di Beijing pada 06.40 waktu setempat pada hari sama dalam penerbangan tanpa henti itu.

Akan tetapi, radar Pengendali Ruang Udara Subang, Malaysia, kehilangan kontak - baik di layar monitor radar ataupun suara - dengan MH370 pada pukul 02.41 waktu setempat. Di dalam MH370 yang memakai Boeing B-777-200ER itu terdapat tujuh warganegara Indonesia; semula dikabarkan ada 12.

Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses

Pada 6 Maret 2014, telah berhasil dilakukan uji coba penembakan Rhan - roket Indonesia 122 mm buatan LAPAN melalui kendaraan militer buatan anak-anak Indonesia. Uji coba ini dilangsungkan di Garut, Jawa Barat.

Balitbang Kemhan sukses melakukan uji coba kendaraan buatan PT Pindad dan konsorsium lainnya, termasuk PT AIU dalam mendesain kendaraan militer ini demi mengusung Multi Launcher Rocket System (MLRS), Rhan berdiameter 122 mm. Bisa juga disebut roket LAPAN.

Kendaraan militer ini belum begitu menggaung namanya. Kecuali diberitakan jika mesinnya memakai Mercedes dan kemungkinan kedepan menggunakan mesin Jepang (tergantung pilihan pengguna). Apapun mesin maupun namanya, kita nantikan peresmiannya oleh Kemhan kedepan.

Ini adalah kemajuan anak bangsa dalam proses mencapai kemandirian demi tercapainya kebutuhan alutsista Indonesia.

Berikut Foto-foto penampakan Kendaraan berserta Ujicobanya diposkan Supermarine dari website PT AIU.

Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses
Uji Coba Kendaraan dan Roket LAPAN di Garut Sukses