Panglima TNI: Penamaan Pahlawan Nasional - Usman dan Harun - untuk Kapal Perang TNI Takkan Diubah!

Pada 10 Februari 2014, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan takkan mengubah nama KRI Usman Harun sebagaimana protes yang dilayangkan Singapura terkait nama kapal ini. "Tetap, nggak ada yang berubah," tutur Moeldoko di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta.

Beliau menjelaskan bila penamaan nama "Usman Harun" untuk kapal perang Indonesia sudah sesuai prosedur. Melansir dari Kompas (10/2/14), pemilihan nama kapal TNI AL ini diambil dari nama-nama para tokoh atau pejuang yang berjasa bagi Indonesia. Dengan kata lain pahlawan nasional Indonesia.

Panglima TNI: Penamaan Pahlawan Nasional - Usman dan Harun - untuk Kapal Perang TNI Takkan Diubah!
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko | Kompas.

Dalam pandangannya, apa yang dijadikan soal oleh Singapura ini sudah lama selesai. Pada 1973, PM Singapura Lee Kuan Yew pernah menaburkan bunga di makam Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. "Pemberian nama ini sudah lama, bukan kemarin-kemarin. Sebenarnya hubungan psikologis ini sudah dianggap selesai," tuturnya.

Singapura memprotes penamaan Usman dan Harun untuk KRI terkait kejadian tahun 1965. Ceritanya, dua orang Indonesia ini - Usman Haji Muhammad Ali dan Harus Said - pernah membom Singapura pada Maret 1965. Serangan ini salah satu bagian dari upaya yang dilakukan Presiden Sukarno dalam melawan federasi yang baru terbentuk di Malaysia, mencakup Singapura. Singapura memisahkan diri dari Malaysia tanggal 9 Agustus 1965. Kedua orang ini akhirnya dihukum mati di negara tersebut. Nah, untuk mengenang peristiwa yang dianggap heroik oleh bangsa Indonesia ini maka diputuskanlah untuk dikasihkan ke kapal perang.

Sementara itu, Djoko Suyanto selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan mengatakan Indonesia punya otoritas dan pertimbangan matang untuk menghormati para pahlawannya. Hal ini termasuk juga mengabadikan nama kedua pahlawan nasional tersebut untuk kapal perang TNI. Tidak boleh ada satu negara pun mengintervensinya, termasuk Singapura.

Daftar Alutsista Indonesia Terbaru 2014

Indonesia memang tengah giat untuk menambah alutsista yang puncaknya di tahun 2014 ini. Hal ini terkait rencana Kemenhan untuk memperkuat posisi militer Indonesia di kancah internasional, terutama Asia Tenggara (Baca "Menhan: Peta Kekuatan Militer Indonesia 2014 Terkuat se-Asia Tenggara").

Melansir dari Analisis, inilah daftar alutsista terbaru yang sudah dan akan dimiliki oleh TNI.


TNI AU
12 Pesawat coin Super Tucano (pesan 16 unit, 4 sudah datang)
16 Jet tempur Golden Eagle (sudah datang semuanya Jan 2014)
8 Jet tempur F16 setara blok 52 (jumlah pesanan 30 F16 upgrade)
5 Pesawat angkut sedang CN295 (pesan 9 unit, 5 sudah diterima thn 2013)
8 Pesawat angkut berat Hercules (pesan 9 unit, 1 sudah diterima thn 2013)
6 Helicopter Cougar
6 UAV Heron
4 Radar Thales
1 Simulator Sukhoi
TNI AL
37 Tank amfibi BMP3F (sudah datang dan diserahkan resmi Jan 2014)
25 Kendaraan amfibi LVTA1 dari Korsel (hibah batch 2)
5 Tank amfibi jenis BTR-4 (Pesanan sebanyak 55 unit)
10 MLRS RM Grad
11 Helikopter anti kapal selam Panther
4 Pesawat intai maritim CN235 MPA
4 Helicopter angkut Bell 412 Ep
3 Kapal perang light fregat “Bung Tomo Class”
3 Kapal perang jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 m
2 Kapal perang jenis KCR 40 m
3 Kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank)
2 Kapal perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak)
3 Kapal perang jenis patroli cepat
1 Kapal perang jenis latih layar
2 Kapal selam Kilo
2 Kapal hydrografi
TNI AD
103 MBT Leopard II
50 Tank Marder
38 Howitzer Digital Caesar Nexter
36 MLRS Astross II Mk6
900 Truk angkut pasukan
800 Rantis
80 Panser Anoa
5 Battery Rudal Starstreak
5 Battery Rudal Mistral
180 Rudal Anti Tank Javelin
150 Rudal Anti Tank Nlaw
20 Helikopter Bell 412Ep (6 sudah diserahkan)
16 Helikopter Fennec
6 Helikopter Mi17

Berikut yang dalam proses pembuatan dan dalam proses pengadaan.

Proses Pembuatan
3 kapal selam Changbogo di Korsel
2 kapal perang jenis PKR di Belanda (opsi sampai 10 unit)
8 Helicopter Apache
1 kapal latih layar buatan Spanyol (pengganti Dewaruci)
Proses Pengadaan
16 jet tempur Sukhoi SU35
6 kapal selam Kilo
12 Helikopter Blackhawk

Berikut MEF 2 (2015-2019)

Proses Pembuatan
Pengadaan satelit militer · Penerapan Kogabwilhan
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Marinir
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Kostrad
Pengadaan sistem jaringan pertahanan udara strategis
Pengadaan peluru kendali SAM jarak sedang
Pengadaan peluru kendali SAM jarak pendek
Pembelian 2-3 kapal perang jenis Destroyer
Pembelian 5-6 kapal perang jenis Fregat
Pengadaan 2 kapal perang jenis LPD atau LHD
Lanjutan Proyek PKR 10514 dengan 4 opsi kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 60 m dengan opsi 6 kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 40 m dengan opsi 6 kapal perang
Penyelesaian 3 kapal selam Changbogo
Kedatangan 6 kapal selam Kilo
Kedatangan 1 skuadron jet tempur Sukhoi SU35
Penambahan 1 skuadron jet tempur (Gripen, Rafale, Typhoon)
Produksi bersama peluru kendali anti kapal C705
Pengembangan varian peluru kendali C705
Pengembangan Roket Rhan jarak tembak 100 km
Pembelian 7 pesawat CN295 batch 2
Pembelian 3 pesawat AEW
Pembelian 2 pesawai intai strategis
Pembelian 200 MBT (Main Battle Tank)
Produksi 100 Tank medium Pindad
Pembelian MLRS Astross batch 2
Pembelian 100 Panser Anoa Canon
Pembelian 100 Tank amfibi BMP3F

Wakasal TNI AL Tinjau Pembuatan Kapal Tempur di Lampung

Pada 5 Februari 2014, Wakasal TNI AL Laksda Hari Bowo didampingi jajarannya mengunjungi Lampung untuk melihat progress pembuatan kapal tempur yang tengah dikerjakan PT Daya Radar Utama. "Kami sekarang sedang melengkapi semua (alutsista terbaru) dalam rangka membangun kekuatan militer AL," jelas Hari di Balai Keratun, Pemprov Lampung.

Wakasal TNI AL Tinjau Pembuatan Kapal Tempur di Lampung

Sebagaimana mengutip Tribunnews, dalam membangun kekuatan militernya, Hari menjelaskan jika kesatuan TNI AL memiliki tiga target: jangka pendek, menengah, dan panjang. Hari pun menjelaskan jika pihak Angkatan Laut sedang membuat beberapa kapal tempur di dalam dan di luar negeri.

Kapal perang tersebut, yang dibuat di Lampung itu, nantinya diperuntukkan untuk mengangkut angkutan perang yang dipunyai TNI AD. "Kegunaannya kapal untuk angkut tank. Sekarang kan Angkatan Darat beli MBT (Main Battle Tank). Nah, kapal ini yang akan mengakutnya," jelas Hari.

Mars Kapal Perang KRI Bung Tomo 357 Diperdengarkan untuk Pertama Kalinya

Pada 4 Februari 2014, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, SH., M.Hum mengajak prajurit dan pejabat teras Koarmatim untuk berolahraga lari pagi. Hal tersebut bermanfaat untuk menunjukkan kebersamaan sekaligus memberi contoh jika menjaga stamina merupakan kesamaptaan prajurit TNI tanpa memandang pangkat dan jabatan.

Di samping itu, dengan berolahraga lari setiap pagi akan mendisiplinkan diri. Sehingga, secara tidak langsung ikut mempersiapkan prajurit pengawal kapal perang yang militan serta profesional. Sebab, Koarmatim (Komando Armada RI Kawasan Timur) merupakan satuan tempur matra laut paling besar se-Indonesia yang bernilai strategis dalam menyiapkan SDM dan alutsista.

Mars Kapal Perang KRI Bung Tomo 357 Diperdengarkan untuk Pertama Kalinya

"... Seluruh prajurit harus memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, harus lolos tes kesehatan dan kemampuan tempur bagi yang mengawaki alutsista, tidak mengenal pangkat dan jabatan... baik tamtama, bintara, maupun perwira termasuk panglima sekalipun seperti saya harus memiliki stamina dan kesehatan yang baik... bagaimana kalian akan memenangkan pertempuran jika kalian tidak memiliki stamina yang baik...” teriak Pangarmatim, yang dibalas oleh sorak para prajurit, sebagaimana dilansir dari Koarmatim.

Para prajurit juga diperdengarkan Mars KRI Bung Tomo 357 untuk kali pertamanya. Mars ini mengiringi semangat serta menyambut kedatangan kapal perang baru dari jenis Multi Role Light Fregate. Saat ini KRI Bung Tomo 357 sedang dijemput oleh beberapa prajurit pilihan di bawah Komandan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T.

Indonesia Baru Bisa Membuat Pesawat Tempur 10 Tahun Lagi

Pada 5 Februari 2014, Kementerian Pertahanan meraih penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa Tahun 2013 yang diberikan Kementerian Perindustrian. Hal ini dikarenakan Kemenhan sebagai lembaga pemerintahan berupaya untuk selalu menggunakan produk dalam negeri.

Sebagaimana dikutip dari laman VivaNews, Wamenhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin utarakan bahwa militer Indonesia memang memakai produk hasil PT Pindad. Khususnya, untuk mendukung kekuatan militer di ranah pertahanan level menengah. "Kapal combatant dan kapal angkut produksi PT PAL juga telah dipakai," tutur Jenderal Sjafrie di Istana Wapres, Jakarta, "Industri pertahanan kita sudah memenuhi tingkat menengah. Sedangkan, ke tingkat tinggi dalam 10 tahun lagi. Bisa membuat pesawat tempur sendiri."

Indonesia Baru Bisa Membuat Pesawat Tempur 10 Tahun Lagi
Pesawat CN-235



Memang hingga saat ini, militer Indonesia masih membeli alutsista tinggi dari negara lain, seperti kapal selam maupun pesawat tempur.

Sejauh ini, PT Pindad telah berhasil memproduksi 250 panser dan puluhan ribu senjata api dan pistol sesuai standar kebutuhan dari Tentara Nasional Indonesia. Bahkan, alutsista buatan Indonesia hasil produksi PT Pindad dilempar di beberapa negara ASEAN. Seperti misalnya Brunei Darussalam dan Malaysia yang hendak membeli panser. Bahkan, dikabarkan sedang mengobservasi pesawat CN 235. Untuk urusan pesawat CN 235, Arab Saudi serta Korsel sudah membelinya.

Selain memberikan penghargaan kepada Kemenhan, di hari yang sama, Kementerian Perindustrian juga memberikan penghargaan P3DN Cinta Karya Bangsa Tahun 2013 kepada dua kementerian lain, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.

Pasukan Marinir 1 (Pasmar-1) Siap Amankan Pulau Terluar Indonesia

Pada 3 Februari 2014, Komandan Pasukan Marinir 1 (Pasmar-1) memberikan arahan kepada anak buahnya yang akan mengisi ke Yonif-10 Mar Setokok Kepulauan Riau di Indoor Sport Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, acara pengarahan tersebut juga diikuti oleh Pasmar-1 yang akan ditugaskan (BKO) di Pangkalan Brandan, Satgas Ekspedisi Koridor Maluku, dan Satgas Encap Latma Multilateral Komdo Naval Exercise 2014.

Pasukan Marinir 1 (Pasmar-1) Siap Mengamankan Pulau Terluar Indonesia
Marinir.mil.id

Mengutip dari laman Marinir.mil.id, dalam kesempatan itu, Komandan Pasmar-1 menyatakan jika para prajurit harus benar-benar dalam keadaan siap apabila diterjunkan dalam penugasan - baik fisik, mental, dan spiritual. Sebab, tugas yang mereka emban adalah tugas mulia demi menjaga keutuhan NKRI. Di samping itu, Komandan Pasmar-1 juga menyampaikan kepada seluruh prajurit, dalam melaksanakan tugas, untuk selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal ini untuk kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan menjaga nama baik korps Marinir Indonesia.

Pasukan Marinir 1 (Pasmar-1) Siap Mengamankan Pulau Terluar Indonesia
Marinir.mil.id

Kegiatan tersebut turut dihadiri pula oleh Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir Bambang Suryo Aji, Danmenkav-1 Mar Kolonel Marinir Sarjito, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir M. Nadir, para Asisten Pasmar-1 dan para Dansatlak Pasmar-1, dan para pejabat teras lainnya dari jajaran Pasmar-1.